RELAKTASI

Posted by gerailaktasi 21/08/2021 2 Comment(s)

Breastfeeding’s worst enemy is seperation....... Dr. Nils Bergmen

 

Relaktasi adalah memulai kembali menyusui setelah berhenti. Kesenjangan bisa berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Ketika bayi tidak menyusu selama beberapa hari atau beberapa minggu, ASI biasanya tidak lancar. Ini karena payudara tidak dirangsang oleh isapan bayi. ASI menjadi tidak lancar atau tidak mau keluar sama sekali. Oleh karena itu, ibu membutuhkan relaktasi ASI.

Penyebab utama dari terhentinya proses menyusui adalah karena terpisahnya ibu dan bayinya, keadaan tersebut bisa karena :

                ibu dan atau bayi yang sakit,

                pekerjaan,

                faktor psikologis ibu atau bahkan karena terjadinya

                bencana alam atau peperangan.

                Berhentinya proses menyusui ataupun frekuensi menyusui yang berkurang akan menyebabkan berkurangnya produksi ASI atau bahkan bisa berhenti

HOW

Persiapan mental

Menyadari dan bersiap akan menghadapi berbagai kendala dalam proses laktasi. Menyiapkan kesabaran dan komitmen dalam menjalani prosesnya. Sangat dianjurkan menghubungi konsultan laktasi untuk mendapatkan bimbingan secara detail sesuai kondisi aktual.

Perbanyak skin to skin contact, berada seharian dengan si bayi, tidur dengannya, menggantikan popoknya, memandikannya dan bermain bersamanya tingkatkan ikatan emosi dengan si bayi sekuat mungkin. Hal ini sangat penting, dukungan dari orang-orang sekitar sangat membantu.

Persiapan fisik

Makan dan minum yang cukup. Pastikan bahan baku ASI tercukupi dengan baik. tubuh dalam memproduksi ASI.

Mintalah obat kepada dokter yang dapat membantu tubuh dalam memproduksi ASI, atau mulai mengkonsumsi jamu ataupun jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.

Pastikan cukup istirahat, Kurangi jadwal kegiatan Anda diluar rumah. Delegasikan semua pekerjaan yang tidak berhubungan dengan bayi secara langsung. Karena anda 24 jam bersama bayi anda.

Tingkatkan skin to skin contact. Tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah buah hati Anda sesering mungkin. Katakan kepadanya bahwa Anda sangat mencintainya, dan Anda ingin memberikan yang terbaik untuk bayi Anda, yaitu ASI Anda.

Berlatih memposisikan bayi pada payudara Anda. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika Anda mulai menyusui. Pastikan pelekatannya sudah benar.

Relaktasi hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu : membiarkan bayi Anda menyusu sesering mungkin pada payudara Anda. Frekuensi menyusui ini setidaknya adalah 10 kali dalam 24 jam, atau lebih jika memang bayi Anda menginginkannya. Inilah teori yang paling penting dalam relaktasi, tulisan selain teori ini hanyalah cara untuk dapat menjalankan teori ini.

Oleh karena itu dalam proses relaktasi dikenal istilah skin to skin dan pentingnya mengetahui posisi menyusui yang benar. Kedua hal ini agar bayi dapat menyusu dengan senyaman dan sesering mungkin. Salah satu tips pada malam hari , hormon prolaktin (penghasil ASI) sedang banyak-banyaknya dihasilkan - sehingga dapat setiap saat menyusui bayi Anda.

Pertanyaan yang muncul, bagaimana mungkin diminta menyusui sesering mungkin bila justru yang menjalani relaktasi adalah yang ASI nya tidak lancar atau bahkan tidak keluar lagi?.....

Peralatan yang dibutuhkan:

Caranya:

  1. Isi spuit dengan ASI atau susu formula sesuai dengan porsi minum bayi.

 

  1. Sambungkan ujung spuit ke selang NGT (yang ada tutupnya)

 

  1. posisikan ujung selang NGT pada bagian tengah puting, sisi dalam payudara, rekatkan dengan plester microphore.

 

  1. Posisikan bayi menyusui, setelah bayi melekat dan mulai menghisap, dorong spuit perlahan. Mintalah bantuan bila mengalami kesulitan untuk memegangi spuit, apalagi saat baru memulai relaktasi.

Catatan penting dalam proses relaktasi yaitu bingung puting merupakan salah satu penyebab terbesar bayi tidak mau menyusu langsung dan kerap menjadi rintangan terberat dalam proses relaktasi oleh karena itu hindari menggunakan dot, sebagai penggantinya dapat menggunakan cup feeder, gelas, sloki.

Bunda juga sangat dianjurkan untuk memerah menggunakan pompa asi supaya dapat mengetahui secara pasti berapa banyak ASI yang dikeluarkan. Pilihlah pompa asi yang nyaman karena akan sering digunakan. Ganti sufor dengan hasil memompa sedikit demi sedikit.

Masa relaktasi berbeda-beda, semakin muda usia bayi dan semakin sedikit waktu terhentinya menyusui maka semakin singkat waktu yang dibutuhkan.